Pusat Kerajinan Ken Dedes Singosari

Pusat Kerajinan Ken Dedes sebagai sentra Usaha Kecil Mandiri di Kabupaten Malang terkenal dengan koleksi handcraft yang amat lengkap. Sebut saja Topeng Khas Malangan hingga Rencong Aceh berbahan perak bisa anda dapatkan disana. Uniknya, semua barang-barang tersebut dipasok langsung dari perajinnya sehingga kualitasnya dijamin nomor satu.

Berkunjung ke wilayah Malang Raya, kurang lengkap rasanya jika tidak mampir ke Pusat Kerajinan Ken Dedes. Apalagi tak susah amat menemukan sentra kerajinan tangan itu, bahkan bisa dikatakan terlalu mudah. Karena Ken Dedes dibangun diatas lahan eks. Kawedanan di jalur utama Singosari.

Ken Dedes saat ini dilengkapi dengan 56 stand handycraft yang terbagi dalam tiga graha. Yakni graha Tumapel berisi 14 stand, graha Ken Umang berisi 22 stand dan graha Gayatri berisi 20 stand Art Shop. Ketiga graha itu ditata begitu apik sehingga memudahkan pengunjung yang datang.

Graha Ken Umang berada di barisan depan, stand sepatu kulit, topeng Malangan hingga miniatur Bus. Sementara dibagian tengah, merupakan Graha Tumapel yang menjajakan berbagai macam kerajinan mulai dari bebek akar bambu hingga produk pakaian batik. Khusus anda yang gemar art shop, bisa langsung menuju graha Gayatri dibagian belakang stand-stand tersebut.

“Kami kedatangan rata-rata 500 pengunjung selama sebulan, kebanyakan berasal dari luar negeri dan pengunjung domestik dari luar Jawa,” ujar Wakil Ketua Asosiasi pengusaha Pusat Kerajinan Ken Dedes Chairil Anwar kepada Malang Post.

Pengunjung luar negeri kebanyakan datang berombongan, berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Swiss, Swedia, Australia dan Malaysia. Kebanyakan amat tertarik dengan kerajinan tangan topeng Malang buah karya maestro seni tradisi Mbah Karimun. Karya Mbah Karimun yang dijual mulai dari gantungan kunci seharga Rp 5000 serta satu set topeng punakawan seharga Rp 300 ribu.

“Banyak juga yang meminta alamat Mbah Karimun dan datang langsung ke sana, selain Topeng banyak juga ,” imbuh Chairil Anwar.

Malang Post yang berkeliling sempat dipukau kerajinan senjata Rencong khas Aceh di graha Ken Umang. Senjata tersebut ternyata dibuat seniman Desa Mangliawan Kecamatan Pakis dengan harga sekitar Rp 125 ribu hingga Rp 175 ribu. Amat indah, sebuat saja Rencong perak berkilauan, pisau Siwah yang berukiran kayu atau pisau Arab yang bertatahkan perak serta ukiran-ukiran menawan.(bagus ary wicaksono/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: